🚚 Gratis ongkir di atas Rp 500.000  ·  🌱 Distributor resmi  ·  📞 WA Admin: +62 813-1934-5692
Blog · Tips Bertani

Beda Pupuk Organik dan Anorganik — Mana yang Dipakai?

Perbedaan mendasar

Pupuk organik berasal dari bahan hayati: kotoran ternak, kompos, atau sisa tanaman. Kandungan haranya rendah tetapi memperbaiki struktur tanah, daya simpan air, dan kehidupan mikroba. Pupuk anorganik (urea, SP-36, KCl, NPK) mengandung hara terukur dan cepat tersedia bagi tanaman.

Kelebihan dan keterbatasan

  • Organik: memperbaiki tanah jangka panjang, tetapi butuh jumlah besar dan hasilnya tidak instan.
  • Anorganik: cepat menjawab kekurangan hara, tetapi jika dipakai sendirian bertahun-tahun tanah bisa memadat dan makin miskin bahan organik.

Menggabungkan keduanya

Praktik yang lazim adalah memberikan bahan organik saat olah tanah sebagai pupuk dasar, lalu menambahkan pupuk anorganik sesuai fase pertumbuhan. Pola ini membuat pemakaian pupuk kimia lebih efisien karena tanah mampu menahan hara lebih baik.

Tanda tanah butuh bahan organik

  1. Tanah cepat mengeras dan retak setelah kering.
  2. Air cepat menggenang atau sebaliknya cepat hilang.
  3. Cacing tanah jarang ditemukan.

Butuh produknya?

Revolusi Tani adalah distributor pupuk, NPK, benih, pestisida, pakan ternak, dan peralatan pertanian di Kabupaten Bogor — melayani kirim ke Jabodetabek dan seluruh Indonesia. Lihat katalog produk kami atau tanya stok, harga grosir, dan ongkir lewat WhatsApp 0813-1934-5692.

Catatan: informasi di artikel ini bersifat umum. Untuk pemakaian pupuk dan pestisida, ikuti dosis dan cara pakai yang tertera pada label kemasan serta anjuran penyuluh pertanian setempat.

Chat WhatsApp